Oleh: polrestimur | 26 Agustus 2011

Polres Metro Jaktim, Warga Cibubur Sandera Pelaku Penipuan Berkedok Arisan


JAKARTA – Puluhan warga RT 02 Rw 04 Cibubur, Ciracas, Jakarta Timur, menyandera Saidah (40), yang juga merupakan warga Rt 02 Rw 04, karena diduga telah melakukan penipuan berkedok arisan warga, Kamis (25/08/2011).

Warga yang di dominasi kaum ibu ini telanjur emosi, sempat menghakmi pelaku. Beruntung petugas kepolisian segera tiba di lokasi kejadian sehingga pelaku berhasil diselamatkan dan langsung diamankan di Mapolsek Ciracas.

Informasi yang berhasil dihimpun di lapangan menyebutkan, Saidah, sejak awal 10 bulan lalu lalu, menginisiasi pembentukan arisan ibu-ibu warga sekitar. Nominal uang dikumpulkan variatif, antara Rp 2000 hingga Rp 10 ribu setiap harinya. Janjinya saat 10 bulan, uang yang dikumpulkan itu akan dikeluarkan bersama-sama. Besarannya sesuai dengan nominal yang dikumpulkan warga. Misalnya jika sehari membayar Rp 2000 maka akan mendapatkan uang Rp 600 ribu.

Saidah berjanji akan membayar arisan warga itu pada 15 Agustus lalu, namun saat ditagih ia berkelit dan meminta pembayaran diundur tanggal 25 Agustus. Oleh karena itu warga ramai-ramai menagih janji Saidah, namun lagi-lagi ia berkelit dan tidak bisa menepati janjinya. Ia meminta pada peserta arisan agar bersabar dan uang mereka akan dibayar saat lebaran nanti.

Keruan saja warga kesal dan merasa ditipu. Akhirnya spontan warga melampiaskan kekesalahannya dengan menghakimi pelaku bahkan menyanderanya di rumah ketua RT 02/14, Rimang sekitar 3 jam. Beruntung amarah warga berhasil diredam setelah polisi datang dan mengamankan pelaku.

Juariyah (40), salah seorang peserta arisan yang juga menjadi korban, menuturkan, ia ikut arisan tersebut karena janji yang ditawarkan pelaku sangat manis. Peserta setiap 10 bulan dapat uang arisan utuh, tanpa ada potongan.

Bahkan yang menginginkan pengembalian bentuk barang atau makanan pun bisa, sesuai dengan nominal uang yang disetor. Di Rt 02 Rw 14, tercatat ada 50 kaum ibu yang ikut arisan tersebut. Namun di wilayah lain juga kabarnya banyak pesertanya namun ia mengaku tidak tahu jumlahnya.

“Janjinya selalu molor, kita jadi curiga dan menganggap ini sebagai penipuan. Saya harusnya dapat uang Rp 600 ribu karena setiap hari setor Rp 2000, nyatanya waktu ditagih selalu berkelit,” ujarnya dengan nada emosi.

Puncaknya pada hari ini warga melampiaskan kekesalannya dengan menyandera pelaku di rumah ketua RT. Namun pelaku tetap tidak mampu memberikan uang warga dan berjanji akan diberikan saat lebaran nanti.

Kapolsek Ciracas, Kompol Senen, mengatakan, saat ini Saidah tengah dimintai keterangan di Mapolsek. Ia digiring ke kantornya untuk menghindari amarah warga yang merasa telah ditipunya. Sejumlah warga yang jadi korbannya pun turut dimintai keterangan.

“Sekarang pelaku kita amankan guna menghindari amuk massa. Proses pemeriksaan juga dilakukan namun hanya sebatas sebagai saksi, ia belum bisa dijadikan tersangka karena berjanji akan membayar arisan warga saat lebaran nanti,” katanya.

Namun jika di hari yang dijanjikan itu ingkar kembali dan warga membuat laporan kepolisian, maka Saidah akan dipanggil kembali. Tidak menutup kemungkinan, ia bisa dijadikan tersangak dengan tuduhan melanggar Pasal 372 dan 378 KUHP tentang penggelapan dan penipuan, dengan ancaman hukuman maksimal 4 tahun penjara.

Penulis: Nurmulia Rekso Purnomo


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: